top of page

Panah Kirana FH UPH Menyelenggarakan Media Visit ke Kompas TV

Writer: Panah Kirana
Panah Kirana
Aug 2
4 min read

Oleh Siska Jelita Laia dan Verlyn Adelaide Tzuriel Shillo

Pada Jumat 24 Juli 2026, Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) dari Lembaga Pers Mahasiswa Panah Kirana (Pankir) Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (FH UPH) menyelenggarakan program kerja Media Visit ke Kompas TV yang berlokasi di Menara Kompas Lantai 6, Jalan Palmerah Selatan Nomor 21, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kegiatan yang berlangsung pada pukul 14.00–16.00 WIB ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang dirancang untuk membangun pemahaman mengenai tanggung jawab pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial di tengah kehidupan demokrasi dan memperluas wawasan anggota Pankir mengenai praktik jurnalistik profesional.

Media visit diikuti oleh 15 anggota Pankir dan dipandu langsung oleh tim Kompas TV yang diwakili oleh Ibu Woro Windrati dan Ibu Fadillah. Rangkaian kegiatan terdiri atas pemaparan materi bertajuk How to Be a Good Journalist, sesi diskusi dan tanya jawab, office tour, serta dokumentasi bersama. Seluruh rangkaian acara dirancang tidak hanya untuk memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga menghadirkan pengalaman langsung mengenai dinamika kerja media televisi nasional.

Dalam sesi pemaparan materi, peserta memperoleh pemahaman mengenai karakteristik seorang jurnalis profesional yang harus menjunjung tinggi nilai-nilai dasar jurnalistik, yaitu truthful and accurate, independen, adil dan tidak memihak (fair and impartial), akuntabel, transparan, menghormati hak cipta dengan menghindari plagiarisme, tidak melakukan diskriminasi, serta senantiasa mengutamakan kepentingan publik (public interest). Salah satu pembahasan yang paling menarik perhatian peserta adalah mengenai konsep public interest, khususnya bagaimana jurnalis harus mampu membedakan informasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat dari informasi yang hanya menarik perhatian publik. Melalui sesi diskusi, peserta diajak memahami bahwa tidak semua hal yang diminati masyarakat layak diberitakan apabila tidak memberikan manfaat bagi kepentingan publik.

Selain membahas nilai-nilai etik tersebut, tim Kompas TV juga menjelaskan unsur-unsur fundamental dalam proses penyusunan berita. Sebuah berita yang berkualitas tidak hanya bergantung pada kecepatan penyampaian informasi, tetapi juga harus memenuhi prinsip akurasi, objektivitas, keseimbangan (balance), keadilan (fairness), ketepatan waktu (timeliness), kejelasan (clarity), kelengkapan informasi (completeness), serta melalui proses verifikasi yang komprehensif sebelum dipublikasikan. Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa setiap informasi yang disampaikan kepada publik merupakan hasil dari proses editorial yang sistematis dan bertanggung jawab. Dengan demikian, prinsip-prinsip tersebut menjadi fondasi dalam menghasilkan pemberitaan yang kredibel sekaligus selaras dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), sehingga mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap media.

Materi juga menguraikan struktur organisasi dalam ruang redaksi televisi beserta peran setiap profesi yang terlibat dalam proses produksi berita. Peserta diperkenalkan dengan tugas dan tanggung jawab camera person, reporter, producer, executive producer, manager, deputy editor in chief, hingga editor in chief. Melalui penjelasan tersebut, peserta memahami bahwa proses penyiaran merupakan hasil kolaborasi berbagai profesi yang memiliki fungsi berbeda, tetapi saling melengkapi untuk menghasilkan tayangan yang berkualitas.

Lebih lanjut, tim Kompas TV menjelaskan bahwa seorang jurnalis televisi tidak hanya dituntut memiliki kemampuan mencari informasi, tetapi juga harus mampu melakukan riset secara mendalam, menyusun berita berdasarkan prinsip 5W1H, serta mengembangkan news angle yang menarik melalui unsur wow effect tanpa mengorbankan fakta. Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai bentuk penyajian berita, seperti news package yang memanfaatkan voice over, hard news, soft news, hingga investigative news. Penjelasan tersebut memberikan gambaran bahwa setiap jenis berita memiliki karakteristik, pendekatan, dan tujuan komunikasi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan informasi masyarakat.

Salah satu sesi yang paling menarik adalah diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara aktif dan komunikatif. Mahasiswa tidak hanya diberi kesempatan mengajukan pertanyaan setelah materi selesai, tetapi juga diperbolehkan berdiskusi secara langsung selama pemaparan berlangsung. Sistem diskusi yang terbuka memungkinkan peserta mengajukan follow-up questions, sehingga pembahasan dapat berkembang sesuai dengan realitas yang dihadapi jurnalis di lapangan. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan mengenai tantangan profesi jurnalis, dinamika peliputan berita, peluang magang di Kompas TV, hingga kesempatan bagi lulusan Fakultas Hukum untuk berkarier di bidang jurnalistik. Diskusi tersebut menunjukkan bahwa kompetensi hukum, seperti kemampuan analisis, penalaran kritis, serta pemahaman terhadap regulasi dan isu publik, memiliki relevansi yang kuat dalam dunia media.

Setelah sesi diskusi selesai, peserta diajak mengikuti office tour untuk melihat secara langsung proses kerja di balik layar Kompas TV. Pada kesempatan tersebut, anggota Pankir mengunjungi berbagai ruang kerja yang menjadi pusat aktivitas produksi berita, mulai dari ruang produser, ruang editor, hingga area produksi yang mendukung jalannya siaran. Peserta juga memperoleh kesempatan melihat studio beserta backstage yang digunakan ketika program berita disiarkan secara langsung. Pengalaman tersebut memberikan perspektif baru mengenai kompleksitas proses produksi berita yang selama ini hanya disaksikan melalui layar televisi.

Dalam kunjungan tersebut, anggota Pankir juga berkesempatan bertemu secara langsung dengan Ibu Tily Rheabela, news presenter program Jurnal Merah Putih, serta Ibu Maydo Pelfrina, news presenter program Kompas Petang, yang pada saat itu sedang menjalankan siaran langsung. Interaksi singkat dengan para presenter memberikan gambaran mengenai profesionalisme, kesiapan, serta tanggung jawab yang harus dimiliki oleh seorang penyiar berita dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara akurat dan objektif.

Secara keseluruhan, kegiatan Media Visit ini berhasil memberikan pengalaman belajar yang komprehensif kepada anggota Pankir. Peserta tidak hanya memahami konsep-konsep dasar jurnalistik, tetapi juga memperoleh gambaran nyata mengenai mekanisme kerja media televisi, proses editorial, hingga kolaborasi berbagai profesi dalam menghasilkan sebuah pemberitaan yang berkualitas. Pengalaman tersebut memperkuat pemahaman bahwa jurnalisme bukan sekadar menyampaikan informasi, melainkan menjalankan amanah publik melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, independen, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui kegiatan ini, Pankir FH UPH diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai jurnalistik profesional dalam setiap karya yang dihasilkan. Bekal pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama media visit diharapkan menjadi landasan bagi anggota untuk terus mengembangkan kemampuan jurnalistik yang berintegritas, kritis, dan berorientasi pada kepentingan publik, sehingga mampu menghasilkan karya-karya pers mahasiswa yang informatif, edukatif, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.


 
 
 

Comments


Post: Blog2 Post
bottom of page